Makalah Tentang Litosfer - BozzKaf
Munsypedia News :

Home » » Makalah Tentang Litosfer

Makalah Tentang Litosfer

Diposkan Oleh Azmil Kafrawi on Kamis, 06 Juni 2013 | 13.06

PENDAHULUAN


Saya ucapkan “selamat“ kepada anda karena telah berhasil menyelesaikan modul sebelum ini dengan baik. Harapan saya semoga anda juga sukses dalam mempelajari modul ini. Modul yang anda pelajari ini berjudul “LITHOSFER’’.
Setelah mempelajari modul ini anda diharapkan dapat memprediksi dinamika
perubahan LITHOSPER dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi ini.

Materi pokok yang akan dibahas dalam modul ini adalah stuktur lapisan kulit bumi (LITHOSFER), bentuk bentuk muka bumi, perubahan bentang alam dan dampaknya terhadap kehidupan.

Untuk membahas materi pelajaran dalam modul ini dibagi menjadi dua kegiatan. Kegiatan belajar 1 membahas tentang struktur lapisan kulit bumi (LITHOSFER) dan bentuk muka bumi, kegiatan belajar 2 membahas tentang perubahan bentang alam dan dampaknya terhadap kehidupan.

Modul ini harus anda selesaikan dalam waktu 6 jam pelajaran (6 x 45 menit), termasuk penyelesaian latihan dan tugas-tugasnya.
Agar anda dapat memahami isi modul ini dengan baik, terlebih dahulu pahamilah kompetisi dasar maupun indicator sebelum anda mempelajari uraian materinya. Catatlah bagian-bagian yang belum anda pahami sebagai bahan diskusi dengan teman ataupun guru anda.
Kerjakan semua latihan dan tugas-tugas yang ada,namun jangan melihat kunci tugas terlebih dahulu. hal ini dimaksudkan agar anda dapat menilai penguasaan terhadap materi pelajaran yang telah anda pelajari.
Untuk menambah wawasan diharapkan anda juga membaca buku-buku bacaan
lain yang ada kaitannya dengan materi yang dibahas dalam modul ini.
Mengingat waktu yang terbatas, segera gunakan waktu anda untuk belajar sebaik
mungkin.


‘’Selamat belajar, Semoga berhasil’

STRUKTUR LAPISAN KULIT BUMI (LITHOSFER)
DAN BENTUK MUKA BUMI


Setelah selesai mempelajari kegiatan 1, Anda diharapkan dapat:
1. mengidentifikasikan struktur lapisan kulit bumi; dan
2. menciptakan macam-macam bentuk muka bumi sebagai akibat proses
vulkanisme dan diatropisme.


A. Struktur Lapisan Kulit Bumi (litosfer)
Pertama tama perlu anda ketahui bahwa kata lithosfer berasal dari bahasa yunani yaitu lithos artinya batuan, dan sphera artinya lapisan lithosfer yaitu lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan ketebalan rata-rata 1200 km.

Perlu anda pahami bahwa yang dimaksud batuan bukanlah benda yang keras saja berupa batu dalam kehidupan sehari hari, namun juga dalam bentuk tanah liat, abu gunung api, pasir, kerikil dan sebagainya.
Tebal kulit bumi tidak merata, kulit bumi di bagian benua atau daratan lebih tebal dari di bawah samudra.

Bumi tersusun atas beberapa lapisan yaitu:
a. Barisfer yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bahan padat yang tersusun
dari lapisan nife (niccolum=nikel dan ferum besi) jari jari barisfer +- 3.470 km.
b. Lapisan antara yaitu lapisan yang terdapat di atas nife tebal 1700 km. Lapisan
ini disebut juga asthenosfer mautle/mautel), merupakan bahan cair bersuhu
tinggi dan berpijar. Berat jenisnya 5 gr/cm3.
c. Lithosfer yaitu lapisan paling luar yang terletak di atas lapisan antara dengan
ketebalan 1200km berat jenis rata-rata 2,8 gram/cm3.

Litosfer disebut juga kulit bumi terdiri dua bagian yaitu:
1. Lapisan sial yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan
alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL 2 O3.
Pada lapisan sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit andesit jenis-jenis batuan metamor, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua.
Lapisan sial dinamakan juga lapisan kerak bersifat padat dan batu bertebaran rata-rata 35km.

Kerak bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu:
- Kerak benua : merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit
di bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Kerak ini yang merupakan benua.
- Kerak samudra : merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di
laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Kerak ini menempati dasar samudra

2. Lapisan sima (silisium magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun
oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa Si O2
dan Mg O lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada
lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro
magnesium dan batuan basalt. Lapisan merupakan bahan yang bersipat
elastis dan mepunyai ketebalan rata rata 65 km .

Perhatikan gambar penampang bumi berikut ini:






                                                        Gambar 04.01 Penampanmg bumi.

1. Batuan pembentuk lithosfer
Pada lithosfer terdapat tiga jenis batuan yaitu:
a. Batuan beku
b. Batuan sedimen
c. Batuan metamorf
Semua batuan pada mulanya dari magma
Magma keluar di permukaan bumi antara lain melalui puncak gunung berapi.
Gunung berapi ada di daratan ada pula yang di lautan. Magma yang sudah
mencapai permukaan bumi akan membeku. Magma yang membeku kemudian
menjadi batuan beku. Batuan beku muka bumi selama beribu-ribu tahun
lamanya dapat hancur terurai selama terkena panas, hujan, serta aktifitas
tumbuhan dan hewan.

Selanjutnya hancuran batuan tersebut tersangkut oleh air, angin atau hewan
ke tempat lain untuk diendapkan. Hancuran batuan yang diendapkan disebut
batuan endapan atau batuan sedimen. Baik batuan sedimen atau beku dapat
berubah bentuk dalam waktu yang sangat lama karena adanya perubahan
temperatur dan tekanan. Batuan yang berubah bentuk disebut batuan malihan
atau batuan metamorf.

Untuk lebih memahami jenis-jenis batuan perhatikan uraian berikut:
a. Batuan Beku
Ada dua macam batuan beku, yaitu batuan beku dalam (contohnya batu
granit), dan batuan beku luar (contohnya batu andesit ). Untuk mengetahui
ketepatan batuan jenis batuan harus dilakukan uji laboratorium dengan
menggunakan mikroskop untuk melihat bentuk kristal batuanya.



                                                 Gambar 04.02 jenis jenis batuan beku


b.    Batuan sedimen
Ada beberapa macam batuan sedimen, yaitu batuan sedimen klastik, sedimen kimiawi dan sedimen organic. Sedimen klastik berupa campuran hancuran batuan beku, contohnya breksi, konglomerat dan batu pasir. Sedimen kimiawi berupa endapan dari suatu pelarutan, contohnya batu kapur dan batu giok. Sedimen organic berupa endapan sisa sisa hewan dan tumbuhan laut contohnya batu gamping dan koral. 





Gambar 04 03 jenis jenis batuan sedimen

c.   Batuan Malihan (Batuan Metamorf)
Batuan malihan atau metamorf adalah batuan yang berubah bentuk.
Contohnya kapur (kalsit) berubah menjadi marmer, atau batuan kuarsa menjadi kuarsit. 






Gambar 04.04. jenis jenis batuan metamorf

2.   Pemanfaatan lithosfer
Lithosfer merupakan bagian bumi yang langsung berpengaruh terhadap kehidupan dan memiluki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan di bumi. Litosfer bagian atas merupakan tempat hidup bagi manusia, hewan dan tanaman. Manusia melakukan aktifitas di atas lithosfer.
Selanjutnya lithosfer bagian bawah mengandung bahan bahan mineral yang sangat bermanfaat bagi manusia. Bahan bahan mineral atau tambang yang berasal dari lithosfer bagian bawah diantaranya minyak bumi dan gas, emas, batu bara, besi, nikel dan timah.

Melihat manfaat Litthosfer yang demikian besar tersebut sepantasnyalah kita selalu bersyukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.


3.   Bentuk muka bumi sebagai akibat proses vulkanisme dan diatropisme.
Mengapa bentuk permukaan bumi tidak merata. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh dari luar bumi dan dalam bumi itu sendiri.
Pengaruh dari dalam bumi berupa suatu tenaga yang sangat besar  sehingga dapat membentuk muka bumi yang beraneka ragam. Tenaga yang berasal dari dalam bumi disebut endogen. Tenaga yang berasal dari luar bumi disebut tenaga eksogen. Tenaga eksogen bersifat merusak bentuk bentuk permukaan bumi yang dibangun atas tenaga endogen.
Tenaga endogen meliputi tektonisme, vulkanisme dan seisme, sedangkan tenaga eksogen meliputi pengikisan dan pengendapan.
Tenaga eksogen antara lain meliputi pelapukan (weathering) dan erosi (pengikisan).

1.  Gejala vulkanisme.
Vulkanisme yaitu peristiwa yang sehubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi.
Magma adalah campuran batu-batuan dalam keadaan cair, liat serta sangat panas yang berada dalam perut bumi. Aktifitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma dan banyaknya gas yang terkandung di dalamnya sehingga dapat terjadi retakan-retakan dan pergeseran lempeng kulit bumi.Magma dapat berbentuk gas padat dan cair.
Proses terjadinya vulkanisme dipengaruhi oleh aktivitas magma yang menyusup ke lithosfer (kulit bumi). Apabila penyusupan magma hanya sebatas kulit bumi bagian dalam dinamakan intrusi magma. Sedangkan penyusupan magma sampai keluar ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma.  Sampai di sini apakah anda dapat memahami. kalau anda sudah memahami mari ikuti penjelasan berikutnya!



1.1 Intrusi magma
intrusi magma adalah peristiwa menyusupnya magma di antara lapisan batu-batuan, tetapi tidak mencapai permukaan bumi. Intrusi magma dapat dibedakan menjadi empat, yaitu:
a)  Intrusi datar (sill atau lempeng intrusi), yaitu magma menyusup
      diantara dua lapisan batuan, mendatar dan pararel dengan lapisan
      batuan tersebut.
b)  Lakolit,  yaitu magma yang menerobos di antara lapisan bumi paling
      atas. Bentuknya seperti lensa cembung atau kue serabi.
c)  Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup
     
dan membeku di sela sela lipatan (korok).
d)  Diatroma adalah lubang  (pipa) diantara dapur magma dan
     
kepundan gunung  berapi bentuknya seperti silinder memanjang .
1.2 Ekstrusi magma
Ekstrusi magma adalah peristiwa penyusupan magma hingga keluar Permukaan bumi dan membentuk gunung api. Hal ini terjadi bila tekanan   Gas cukup kuat dan ada retakan pada kulit bumi . Ekstrusi magma dapat di bedakan Menjadi:
a)  Erupsi linier, yaitu magma keluar melalui retakan pada kulit bumi,
      berbentukKerucut gunung api.
b)  Erupsi sentral, yaitu magma yang keluar melalui sebuah lubang
     
permukaan bumi dan membentuk gunung yang letaknya tersendiri.
c)  Erupsi areal, yaitu magma yang meleleh pada permukaan bumi
     
karena letak  Magma yang sangat dekat dengan permukaan bumi,
      sehingga terbentuk kawah gunung berapi yang sangat luas.

Perhatikan gambar berikut ini!




Gambar 04.05. Intrusi magma.


Gunung merupakan tonjolan pada kulit bumi yang terdiri dari lereng dan puncak. 

Rangkaian dari gunung-gunung membentuk pegunungan. Gunung dan pegunungan terbentuk karena adanya tenaga endogen.
Apabila suatu tempat di permukaan bumi yang pernah atau masih mengeluarkan magma maka terbentuklah gunung berapi.
Berdasarkan tipe letusan gunung berapi dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

a)  Gunungapi strato atau kerucut.
Kebanyakan gunung berapi di dunia merupakan gunung berapai kerucut. Letusan pada gunung api kerucut    termasuk letusan kecil.letusan dapat berupa lelehan batuan yang panas dan cair. Seringnya terjadi lelehan menyebabkan lereng gunugn berlapis lapis.Oleh karena itu, gunung api ini disebut gunung api strato. Sebagian besar gunung berapi di sumatera, jawa, bali, Nusa Tenggara dan Maluku termasuk gunung api kerucut. 


                             Gambar 04 .06 Gunung api strato (kerucut)  
b)  Gunung api maar.  
Bentuk gunung api maar seperti danau kering. Jenis gunung api maar seperti danau kering. Jenis gunung api maar tidak banyak. gunung berapi ini terbentuk karena ada letusan besar yang membentuk lubang besar pada puncak yang di sebut kawah. Gunung api maar memiliki corong. Contohnya Gunung Lamongan jawa Timur dengan kawahnya Klakah. 




Gambar 04.07 gunung api maar.


c)  Gunung api perisai
Di Indonesia tidak ada gunung yang berbentuk perisai. Gunung api
perisai contohnya Maona Loa Hawaii, Amerika Serikat. Gunung api
perisai terjadi karena magma cair keluar dengan tekanan rendah
hampir tanpa letusan. Lereng gunung yang terbantuk menjadi sangat
landai.
 



Gambar 04.08 Gunung api perisai




                                                                                    Gambar 04.09 Penampang gunung Api

Pada umumnya bentuk gunung berapi di Indonesia adalah strato (kerucut). Gunung berapi yang pernah meletus, umunya berpuncak datar. Oleh karena itu, di Indonesia sering terjadi peristiwa gunung meletus. Magma yang keluar ke permukaan bumi ada yang padat cair dan gas. Material yang digunakan oleh gunung api tersebut, antara lain:
1)  Eflata (material padat) berupa lapili, kerikil, pasir dan debu.
2)  Lava dan lahar, berupa material cair.
3)  Eksalasi (gas) berupa nitrogen belerang dan gas asam.

Ciri cirri gunung api yang akan meletus, antara lain:
1)  Suhu di sekitar gunung naik.
2)  Mata air mejadi kering
3)  Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang kadang disertai getaran
      (gempa)
4)  Tumbuhan di sekitar gunung layu, dan
5)  Binatang di sekitar gunung bermigrasi.

Tanda tanda ini menandakan intrusi magma yang terus mendesak ke
permukaan, apabila desakan ini cukup kuat, yang terjadi adalah letusan
gunung berapi. Setelah terjadi letusan Gunung   itu mengalami istirahat,
tetapi aktifitas gunung  tersebut masih berlangsung, sehingga suatu saat
dapat mengeluarkan suatu tanda tanda aktif kembali. material vulkanik
yang terdapat pada gunung berapi setelah meletus (post vulkanik), antara
lain:
1)  terdapatnya sumber gas H2 S, H2O,dan CO2.
2)  Sumber air panas atau geiser.

Sumber gas ini ada yang sangat berbahaya bagi kehidupan. Bahkan dapat
mematikan misalnya yang terjadi pada Kawah Sinila (Dieng) disamping
berbahaya, gejala post vulkanik bermanfaat juga bagi kehidupan manusia.
bahkan dapat juga dijadikan objek wisata , Misalnya air panas dan kawah
gunung berapi.

Danau vulkanik
Setelah gunung merapi meletus atas kepundannya yang kedap air dapat menampung air dan membetuk danau. Danau vulkanik adalah danau yang terbentuk akibat letusan gunung yang kuat sehingga menghancurkan bagian puncaknya, kemudian membentuk sebuah cekungan besar, cekungan menampung air dan membentuk danau.
Contoh danau vulkanik, antara lain: danau di pucak gunung lokon di Sulawesi Utara dan Danau Kelimutu di Flores. 


Manfaat dan kerugian vulkanisme
Peristiwa vulkanik selain memberikan manfaat juga dapat menimbulkan kerugian harta benda maupun jiwa. Keuntungan yang kita peroleh setelah vulkanisme berlangsung antara lain:
1)  objek wisata berupa kawah (Kawah gunung bromo ), sumber air panas
     
yang memancar (Yellowstone di amerika serikat, dan pelabuhan ratu
     
di cisolok), sumber air mineral (Maribaya di jawa barat dan Baturaden
      di jawa tengah)
2)  Sumber energi panas bumi misalnya di kamojang, Jawa Barat.
3)  Tanah subur yang akan diperoleh setelah beberapa tahun kemudian.
Kerugian yang kita alami terutama adalah berupa jiwa dan harta benda, karena:
1)  gempa bumi yang dapat ditimbulkanya dapat merusak bangunan.
2)  Kebakaran hutan akibat aliran lava pijar.
3)  Tebaran abu yang sangat tebal dan meluas dapat merusak kesehatan
      dan mengotori sarana yang ada.

2.   Bentuk muka bumi akibat diatropisme
Ditropisme adalah proses pembentukan kembali kulit bumi pembentukan
gunung-gunung, lembah-lembah, lipatan lipatan dan retakan retakan.
Proses pembentukan lembah kulit bumi tersebut karena adanya tenaga
tektonik.
Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari kulit bumi yang menyebabkan
perubahan lapisan permukaan bumi, baik mendatar maupun vertikal.
Tenaga tektonik adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang
menyebabkan gerak naik dan turun lapisan kulit bumi. Gerak itu meliputi
gerak orogenetik dan gerak epirogenetik. (orogenesa dan epiro genesa).
Gerak orogenetik adalah gerak yang dapat menimbulkan lipatan patahan
retakan disebabkan karena gerakan dalam bumi yang besar dan meliputi
daerah yang sempit serta berlangsung dalam waktu yang singkat.
a). Lipatan, yaitu gerakan pada lapisan bumi yang tidak terlalu besar
     
dan berlangsung dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan
      lapisan kulit bumi berkerut atau melipat, kerutan atau lipatan bumi ini
     
yang nantinya menjadi pegunungan. Punggung lipatan dinamakan
      aliklinal, daerah lembah  (sinklinal) yang sangat luas dinamakan
      geosinklinal, ada beberapa lipatan, yaitu lipatan tegak miring, rebah,
      menggantung, isoklin dan kelopak. 




PERUBAHAN BENTANG ALAM DAN
DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN


Setelah selesai mempelajari kegiatan 2 anda diharapkan dapat:
1.  Mengidentifikasi ciri bentang alam akibat proses pengikisan
2.  mengidentifikasi dampak perubahan lithosfer terhadap kehidupan.


A. Bentang Alam Akibat Proses Pengikisan dan Proses
    
Pengendapan
Pada kegiatan 1, Anda telah mempelajari tenaga endogen yang bersifat membangun dan berasal dari dalam bumi. Pada kegiatan ini akan dibahas tentang tenaga eksogen.
Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi dan bersifat merusak berupa air, gletser maupun sinar matahari.
Pengrusakan bentuk muka bumi oleh tenaga eksogen berupa pelapukan, pengikisan (erosi) dan pengendapan.
Dalam modul ini akan dibahas satu persatu.
1.  Pelapukan
Pelapukan adalah proses pegrusakan atau penghancuran kulit bumi oleh
tenaga eksogen. Pelapukan di daerah daerah berbeda beda tergantung  unsur
unsur dari daerah tersebut. Misalnya di daerah tropis yang pengaruh suhu
dan air sangat dominan, tebal pelapukan dapat mencapai seratus meter,
sedangkan daerah sub tropis pelapukannya hanya beberapa meter saja.

Menurut proses terjadinya pelapukan dapat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu:
-    pelapukan fiik atau mekanik
-    pelapukan organis
-    pelapukan kimiawi

Penjelasan ketiga jenis tersebut adalah:

a.  Pelapukan fisik dan mekanik.
Pada proses ini batuan akan mengalami perubahan fisik baik bentuk maupun ukuranya.


Batuan yang besar menjadi kecil dan yang kecil menjadi halus. Pelapukan ini di sebut juga pelapukan mekanik sebab prosesnya berlangsung secara mekanik.

Penyebab terjadinya pelapukan mekanik yaitu:
1.  Adanya perbedaan temperatur yang tinggi.
Peristiwa ini terutama terjadi di daerah yang beriklim kontinental atau beriklim   Gurun di daerah gurun temperatur pada siang hari dapat mencapai 50 Celcius. Pada siang hari bersuhu tinggi atau panas. Batuan menjadi mengembang, pada malam hari saat udara menjadi dingin, batuan mengerut. Apabila hal itu terjadi secara terus menerus dapat mengakibatkan batuan pecah atau retak-retak.

Perhatikan gambar !











A.   Batuan mengalami pemanas-                 B.   Pada malam hari suhu udara
an dari matahari dan batuan                           rendah dan batuan mengerut
mengembang











C.  Mengembang dan mengerut                   D.  Setelah sekian waktu batuan
secara    silih            berganti                        akan menjadi pecah
menyebabkan batuan retak
Gambar 04.17  Proses pelapukan mekanik

2.  Adapun pembekuan air di dalam batuan
Jika  air  membeku  maka  volumenya  akan  mengembang. Pengembangan ini menimbulkan tekanan, karena tekanan ini batubatuan menjadi rusak atau pecah pecah. Pelapukan   ini terjadi di daerah yang beriklim sedang dengan pembekuan hebat.

3.    Berubahnya air garam menjadi kristal.
Jika air tanah mengandung garam, maka pada siang hari airnya menguapdan garam akan mengkristal. Kristal garam garam ini tajam sekali dan  dapat merusak batuan pegunungan di sekitarnya, terutama batuan karang di daerah pantai.



20


















Gambar 04.18 salah satu bentuk bumi yang
     mengalami proses pelapukan mekanik.

b.    Pelapukan organik
Penyebabnya adalah proses organisme yaitu binatang tumbuhan dan manusia, binatang yang dapat melakukan pelapukan antara lain cacing tanah, serangga.
Dibatu-batu karang daerah pantai sering terdapat lubang-lubang yang dibuat oleh binatang.
Pengaruh yang disebabkan oleh tumbuh tumbuhan ini dapat bersifat mekanik atau kimiawi. Pengaruh sifat mekanik yaitu berkembangnya akar tumbuh-tumbuhan di dalam tanah yang dapat merusak tanah disekitarnya. Pengaruh zat kimiawi yaitu berupa zat asam yang dikeluarkan oleh akarakar serat makanan menghisap garam makanan. Zat asam ini merusak batuan sehingga garam-garaman mudah diserap oleh akar. Manusia juga berperan dalam pelapukan melalui aktifitas penebangan pohon, pembangunan maupun penambangan.
c.   Pelapukan kimiawi
Pada pelapukan ini batu batuan mengalami perubahan kimiawi yang umumnya berupa pengelupasan. Pelapukan kimiawi tampak jelas terjadi pada pegunungan kapur (Karst). Pelapukan ini berlangsung dengan batuan air dan suhu yang tinggi. Air yang banyak mengandung CO2 (Zat asam arang) dapat dengan mudah melarutkan batu kapur (CACO2). Peristiwa ini merupakan pelarutan dan dapat menimbulkan gejala karst. Di Indonesia pelapukan yang banyak   terjadi adalah pelapukan kimiawi. Hal ini karena di   Indonasia banyak turun hujan. Air hujan inilah yang memudahkan terjadinya pelapukan kimiawi.






21




Gejala atau bentuk - bentuk alam yang terjadi di daerah karst diantaranya:
a.  Dolina
Dolina adalah lubang lubang yang berbanuk corong. Dolina dapat terjadi karena erosi (pelarutan) atau karena runtuhan. Dolina terdapat hampir di semua bagian pegununga kapur di jawa bagian selatan, yaitu di pegunungan seribu.

b.  Gua dan sungai di dalam Tanah
Di dalam tanah kapur mula-mula terdapat celah atau retakan. Retakan akan semakin besar dan membentuk gua-gua atau lubang-lubang, karena pengaruh larutan.Jika lubang-lubang itu berhubungan, akan terbentuklah sungai-sungai di dalam tanah.

c.  Stalaktit adalah kerucut kerucut kapur yang bergantungan pada atap
     
gua. Terbentuk dari kapur yang tebal akibat udara masuk dalam gua.
     
Stalakmit adalah kerucut-kerucut kapur yang berdiri pada dasar gua.
     
Contohnnya stalaktit dan stalakmit di Gua tabunan dan gua Gong di
      Pacitan, jawa Timur serta Gua jatijajar di Kebumen, Jawa Tengah.

Perhatikan gambar!








Gambar 04. 19
Stalaktit yang di atas dan
stalakmit yang di bawah.

Sampai di sini dapatkah anda pahami?
Baik, Pembahasan selanjutnya adalah akibat yang ditimbulkan dari proses pengikisan dan pengendapan.
Anda mungkin berpikir bahwa jurang dan juga sungai yang berkelok kelok telah terjadi sejak awal padahal jurang tejadi karena adanya proses pengikisan, sedangkan sungai yang berkelok kelok selain disebabkan karena pengikisan, juga merupakan hasil pengendapan oleh tenaga air.









22




2.  Bentangan alam akibat pengikisan.
Air yang mengalir menimbulkan gesekan terhadap tanah dan batuan yang di
laluinya. Gesekan akan semakin besar jika kecepatan dan jumlah air semakin
besar. Kecepatan air juga akan semakin besar jika gradien (kemiringan) Lahan
juga besar. Gesekan antara air dengan tanah atau batuan di dasar sungai
dan gesekan antara benda benda padat yang terangkat air oleh tanah atau
batuan di bawahnya dapat menyebabkan terjadinya pengikisan. Pengikisan
oleh air sungai yang terjadi secara terus menerus dapat mengakibatkan
terbentuk v, jurang atau ngarai, aliran deras dan air terjun.

a.  Lembah
Apabila kecepatan aliran air di dasar sungai vepat maka akan terjadi pengikisan di dasar sungai capat maka akan terjadi pengikisan di dasar sungai atau sering di sebut erosi vertical. Apabila aliran aliran air yang cepat terjadi di tepi sungai maka akan manyebabkan terjadinya pengikisan ke arah samping atau erosi ke samping. Hasil erosi vertical, sungai semakin lama semakin dalam, sedang erosi ke samping menyebabkan sungai samakin lebar. Erosi vertical membentuk huruf v. Contoh lembah aria, Ngarai sianak serta Grand di Amerika Serikat.

Perhatikan gambar!












Gambar 04.20 lembah berbentuk v.

b.    Jurang
Perhatikan anda melihat adanya sungai yang sangat dalam dan sempit.
Bentang alam seperti itu termasuk jurang. Jurang terbentuk jika pengikisan
terjadi pada batuan yang resisten. Batuan resistenyang ada di kanan kiri
sungai tidak mudah terkikis oleh air, sedangkan erosi veritikal terus
berlangsung. Oleh karena itu erosi vertical berlangsung lebih cepat
dibandingkan erosi ke samping. Akibatnya, dinding sungai sangat miring
atau cenderung vertical dan dasar sungai dalam.bahan yang resisten
adalah batuan yang keras dan tidak mudah terkikis air.



23




Perhatikan gambar





Gambar 04.21
Jurang akibat dari pengikisan.


c.  Aliran deras
Kadang kala kita temui sungai yang pada beberapa bagianya sangat deras, sedangkan bagian yang lain tidak deras. Aliran air sungai yang deras terbentuk dari adanya jenis batuan yang selang- seling antara batuan yang resisten dan batuan yang tidak resisten pada dasar sungai. Saat air melewati batuan yang resisten, air akan sulit melakukan pengikisan, akibatnya dasar sungai menjadi tidak rata. Pada saat air melewati batuan yang tidak resisten, terjadi turbulensi dan terbentuk seperti air terjun pendek yang aliranya deras.

Bentang alam seperti ini disebut rapit atau aliran deras.








Gambar 04 22
Proses terbentuknya aliran deras. (rapid)









Sungai



Aliran
deras


Batuan
tidak


resisten                     Batuan            Batuan
resisten            tidak
resisten             Batuan
resisten            Batuan
tidak
resisten



Gambar 04. 23
Aliran deras





24




d.    Air terjun
Air terjun terbentuk pada sungai yang jenis batuan di dasar sungai ada yang resisten yang tidak resisten.Proses yang terjadi hampir sama dengan aliran deras.
Hanya saja, pengikisan air mengakibatkan perbedaan air yang cukup
besar antara batuan resisten dan batuan tidak resisten. Akibatnya, air
jatuh dari ketinggian membentuk air terjun. Lihat gambar di bawah ini.











Sungai



Batuan




Gambar 04. 24
Proses terbentuknya
air terjun

3.   Pengikisan (erosi) oleh air laut


tidak                                                            Batuan
resisten                                                          tidak
resisten                                      Air
terjun
Batuan
tidak                                              Batuan
resisten                                             tidak
resisten


Erosi oleh air laut merupakan pengikisan di pantai oleh pukulan gelombang laut yang Terjadi secara terus - menerus terhadap dinding pantai. Bentang alam yang diakibatkan oleh erosi air laut, antara lain cliff (tebing terjal), notch (takik), gua di pantai, wave cut platform  (punggung yang terpotong gelombang), tanjung, dan teluk. Cliff terbentuk karena gelombang melemahkan batuan di pantai. Pada awalnya gelombang meretakan batuan di pantai. Akhirnya, retakan semakin membesar dan membentuk notch yang semakin dalam akan membentuk gua. Akibat diterjang gelobang secara terus menerus mengakibatkan atap gua runtuh dan membentuk cliff dan wave cut playform. Lihatlah gambar di bawah ini!
Perhatikan gambar!







Pasang tinggi                                                                Pasang tinggi
Daratan                             Pasang rendah                   Daratan                               Pasang rendah
Notch                        Laut                                           Gua
Sedimen         Laut


A.  Gelombang mengikis batuan
hingga membentuk notch

Gambar 04.25 Proses                           Atap gua
Cliff   runtuh
terbentuknya dinding                                     Pasang tinggi
Daratan                              Pasang rendah


B.  Notch terkikis hingga membentuk
gua



Cliff

Pasang tinggi
Pasang rendah


terjal (a)  dan
Panggung pantai (b)
(a)


Daratan
Wave cut
Laut                                      plaform
Sedimen                                                                         Sedimen           Laut
(b)

25





Selanjutnya bagaimana tanjung dan teluk dibentuk?
Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut, sedang teluk adalah laut yang menjorok ke arah daratan.
Pantai memiliki jenis batuan yang berselang seling antara batuan resisten dan tidak resisten. Pada batuan yang tidak resisten akan dengan mudah tererosi, sedangkan batuan yang resisten sulit untuk tererosi. Akibatnya, pada batuan yang tidak resisten akan terbentuk teluk yang menjorok ke daratan pada batuan yang resisten terbentuk tanjung yang menjorok ke laut.
Perhatikan gambar!


Batuan tidak
   resisten




Gelombang




Laut



Batuan resisten
Batuan tidak
resisten
Batuan resisten
Batuan tidak
resisten



Tanjung
Gelombang                Teluk

Tanjung
Laut
Teluk


Gambar 04.26 Proses terbentuknya teluk dan tanjung.

1.   Erosi oleh es/gletser
Erosi oleh gletser merupakan pengikisan yang dilakukan oleh gletser (lapisan es) di daerah pegunungan. Pengikisan ini terjadi di daerah yang memiliki empat musim. Pada saat musim semi, terjadi erosi oleh gletser yang meluncur menuruni lembah. Akkibatnya lereng menjadi lebih terjal. Contoh bentang alam yang terjadi akibat erosi gletser adalah pantai fyord, yaitu pantai dengan dinding yang berkelok kelok.

2.   Erosi oleh angin
Pengikisan oleh angin banyak terjadi di daerah gurun atau di daerah yang
beriklim kering. Jika angin dan pasir mengikis batu batuan yang dilaluinya
maka akan membentuk batu cendawan di gunung pasir. Contohnya,
Tanah Loss di cina Utara (Gurun Gobi) yang memiliki tebal 600 m.


LATIHAN


Amatilah daerah di sekitar anda! Selanjutnya sebutkan jenis jenis erosi beserta bentang alamnya yang terjadi akibat proses eosi tersebut! Laporkan hasil tugas kepada guru anda!



26




B.  Bentang Alam Akibat Proses Pengendapan (sedimentasi)
Sedimentasi adalah terbawanya material hasil dari pengikisan dan pelapukan oleh Air, angin atau gletser ke suatu wilayah yang kemudian diendapkan.
Semua batuan hasil pelapukan dan pengikisan yang diendapkan lama kelamaan akan menjadi batuan sedimen. Hasil proses sedimentasi di suatu tempat dengan tempat lain akan berbeda. Berikut ini akan dijelaskan ciri bentang lahan akibat proses pengendapan berdasarkan tenaga pengangkutnya.

1)   Pengendapan oleh air
Batuan hasil pengendapan oleh air disebut sedimen akuatis. Bentang alam
hasil pengendapan oleh air, antara lain meander, dataran banjir, tanggul alam
dan delta.

a)  Meander
Meander merupakan sungai yang berkelok - kelok yang terbentuk karena adanya pengendapan. Proses berkelok-keloknya sungai dimulai dari sungai bagian hulu.Pada bagian hulu, volume air kecil dan tenaga yang terbentuk juga kecil. Akibatnya sungai mulai menghindari penghalang dan mencari rute yang paling mudah dilewati. Sementara, pada bagian hulu belum terjadi pengendapan.
Pada bagian tengah, yang wilayahnya mulai datar aliran air mulai lambat dan membentuk meander. Proses meander terjadi pada tepi sungi, baik bagian dalam maupun tepi luar. Di bagian sungai yang aliranya cepat akan terjadi pengikisan sedangkan bagian tepi sungai yang lamban alirannya akan terjadi pengendapan.
Apabila hal itu berlangsung secara terus-menerus akan membentuk meander.



Tebing
sungai

Pengikisan
Pengendapan










Gambar 04.27 Pproses terjadinya meander


27





Meander biasanya terbentuk pada sungai bagian hilir, dimana pengikisan
dan Pengendapan terjadi secara berturut turut. Proses pengendapan yang
terjadi secara terus menerus akan menyebabkan kelokan sungai terpotong
dan terpisah dari aliran sungai, Sehingga terbentuk oxbow lake.

b.  Delta
Pada saat aliran air mendekati muara, seperti danau atau laut maka kecepatan aliranya menjadi lambat. Akibatnya, terkadi pengendapan sedimen oleh air sungai. Pasir akan diendapkan sedangkan tanah liat dan Lumpur akan tetap terangkut oleh aliran air. Setelah sekian lama , akan terbentuk lapisan - lapisan sedimen. Akhirnya lapian lapisan sedimen membentuk dataran yang luas pada bagian sungai yang mendekati muaranya dan membentuk delta.
Pembetukan delta memenuhi beberapa syarat. Pertama, sedimen yang dibawa oleh sungai harus banyak ketika akan masuk laut atau danau. Kedua, arus panjang di sepanjang pantai tidak terlalu kuat. Ketiga , pantai harus dangkal. Contoh bentang alam ini adalah delta Sungai Musi, Kapuas, dan Kali Brantas.

c.   Dataran banjir dan tanggul alam
Apabila terjadi hujan lebat, volume air meningkat secara cepat. Akibatnya terjadi banjir dan meluapnya air hingga ke tepi sungai. Pada saat air surut, bahan bahan yang terbawa oleh air sungai akan terendapkan di tepi sungai. Akibatnya, terbentuk suatu Dataran di tepi sungai. Timbulnya material yang tidak halus (kasar) terdapat pada tepi sungai. Akibatnya tepi sungai lebih tinggi dibandingkan dataran banjir yang terbentuk. Bentang alam itu disebut tanggul alam.

Dataran banjir
Tanggul Alam







Gambar 04. 28  Terjadinya dataran banjir dan tanggul alam.

2)  Pengendapan oleh Air Laut
Batuan hasil pengendapan oleh air laut disebut sedimen marine. Pengendapan oleh air laut dikarenakan adanya gelombang. Bentang alam hasil pengendapan oleh air laut, Antara lain pesisir, spit, tombolo, dan penghalang pantai.

28




Pesisir merupakan wilayah pengendapan di sepanjang pantai. Biasanya terdiri
dari material pasir. Ukuran dan komposisi material di pantai sangat berfariasi
tergantung pada perubahan kondisi cuaca, arah angin, dan arus laut.
Arus pantai mengangkut material yang ada di sepanjang pantai. Jika terjadi
perubahan arah, maka arus pantai akan tetap mengangkut material material
ke laut yang dalam. ketika material masuk ke laut yang dalam, terjadi
pengendapan material. Setelah sekian lama, terdapat akumulasi material
yang ada di atas permukaan laut. Akumulasi material itu Disebut spit.
Jika arus pantai terus berlanjut, spit akan semakin panjang. Kadang kadang
spit terbentuk melewati teluk dan membetuk penghalang pantai (barrier
beach).

Perhatikan gambar!









Gambar 04. 29
Terbentuknya spit


Apabila di sekitar spit terdapat pulam, biasanya spit akhirnya tersambung dengan daratan, sehingga membentuk tombolo.

Perhatikan gambar!








Gambar 04 30
Tombolo







29




3)  Pengendapan oleh angin
Sedimen hasil pengendapan oleh angin disebut sedimen aeolis. Bentang alam hasil pengendapan oleh angin dapat berupa gumuk pasir (sand dune). Gumuk pantai dapat terjadi di daerah pantai maupun gurun. Gumuk pasir terjadi bila terjadi akumulasi pasir yang cukup banyak dan tiupan angin yang kuat. Angin mengangkut dan mengedapkan
Pasir di suatu tempat secara bertahap sehingga terbentuk timbunan pasir yang disebut gumuk pasir.
Perhatikan gambar!











Gambar 04. 31
Gumuk pasir


4)  Pengendapan oleh gletser.
Ssedimen hasil pengendapan oleh gletser disebut sedimen glacial. Bentang alam hasil Pengendapan oleh gletser adalah bentuk lembah yang semula berbentuk V menjadi U. Pada saat musim semi tiba, terjadi pengikisan oleh gletser yang meluncur menuruni lembah. Batuan atau tanah hasil pengikisan juga menuruni lereng dan mengendap   di lemah. Akibatnya, lembah yang semula berbentuk V menjadi berbentuk U.

C. Dampak Perubahan Lithosfer Terhadap Kehidupan
Perubahan lithosfer yang akan dibahas di sini adalah perubahan yang mengarah kepada     kerusakan  di  muka  bumi  yang  dinamakan  juga  sebagai degradasi.Degradasi di sini artinya penurunan kwalitas maupun perusakan lahan. Penebangan hutan yang semena - mena penyebab utama degradasi lahan. Selain itu tidak terkendali dan tidak terencananya penebangan hutan secara baik merupakan bahaya Ekologis yang paling besar.

Ada beberapa faktor penyebab terjadinya degradasi yaitu:
-     Erosi
-     Pestisida
-     bahan radio aktif
-     pupuk kimia
30




-     deterjen
-     sampah organic (terutama dari derah perkotaan )
-     wabah dan penyakit (baik bagi manusia, hewan maupun pertumbuhan) dan
penyebaran organisma yang menyebabkan infeksi,
-     limbah industri anorganik (berbentuk gas, cair dan padat.

Dampak erosi yaitu:
Erosi mempunyai beberapa akibat buruk. Penurunan kesuburan tanah. Kedua
menurunnya produksi sehingga akan mengurangi pendapatan petani.Erosi tanah
dapat terjadi karena adanya curah hujan yang tinggi, vegetasi penutup lahan
yang kurang, Kemiringan lereng, dan tata guna lahan yang kurang tepat.
Pendangkalan sungai untuk mengalirkan air juga berkurang dan menyebabkan
bahaya banjir. Pendangkalan saluran pengairan mengakibatkan naiknya ...,
mengurangi luas lahan pertanian yang mendapat aliran irigasi.
Kerusakan sumber daya air selain banjir dan erosi adalah kekeringan dan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Kerusakan sumber daya tanah dan air merupakan masalah yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini karena sebagai sumber daya alam, tanah mempunyai peranan yang sangat penting Sebagai sumber unsur bagi tumbuhan dan sebagai media akar tumbuhan berjangkar dan tempat air tanah tersimpan.









Gambar 04.32 Kerusakan hutan
dapat mengakibatkan tanah
longsor.
Masalah tanah dan air merupakan salah satu masalah yang kini menonjol di Daerah Aliran  Sungai DAS, yang diorientasikan kepada segi- segi pemgawetan tanah dan air dengan titik berat kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat harus dirasakan oleh segenap lapisan masyarakat.

Dampak degradasi lahan terhadap lingkungan
Degradasi lahan dapat terjadi di lingkungan kota maupun pedesaan.
a.  Kerusakan Lingkungan Kota
Migrasi penduduk merupakan salah satu mekanisme untuk menjaga agar kepadatan penduduk tidak melampaui daya dukung lingkungan. Salah satu migrasi yang banyak terjadi aalah migrasi dari desa ke kotayang disebut urbanisasi. Proses urbanisasi itu umumnya makin kuat seiring dengan makin meningkatkan fasilitas suatu kota.
31





Kebiasaan yang membuang sampah di mana dilakukan di kota. Di kota tidak ada daur ulang sampah padahal pelayanan sanitasi di kata bertambah dan bahkan menurun. Penurunan fungsi sanitasi dan tidak tersedianya airminum yang bersih mengakibatkan terjadinya ledakan penyakit kolera secara berkala. Bentuk kerusakan lingkungan kota yang lain adalah terjadinya banjir, kenaikan jumlah Penduduk dan kesadaran lingkungan. Hal ini mengakibatkan permukaan tanah yang kedap terhadap air bertambah. Sehingga sedikit air hujan yang dapat meresap ke dalam tanah.
Di samping kerusakan sosial budaya, orang desa yang bermigrasi ke kota banyak yang mempunyai pendidikan yang rendah dan tidak terampil. Oleh sebab itu, mereka kesukaran mendapatkan pekerjaan yang layak.

b.  Kerusakan Lingkungan Desa
Usaha untuk menaikan daya dukung lingkungan dengan menambah luas lahan yang digunakan untuk pertanian merupakan reaksi terhadap kenaikan kepadatan penduduk. Reaksi tersebut merupakan kekuatan yang disebut tekanan penduduk.
Tekanan penduduk terhadap lahan semakin   diperbesar oleh bertambah
sempitnya lahan pertanian karena digunakan untuk kepentingan lain, misalnya
permukiman, jalan, dan pabrik. Kerusakan hutan membawa banyak akibat.
Hutan mempunyai fungsi perlindungan   terhadap tanah.Tetesan air hujan
dengan  energinya  memukul  permukaan  tanah  mengakibatkan
mengelupasnya butir-butir tanah. Proses ini disebut dengan erosi percikan
(splash erosion).
 

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad yani dkk, Geografi Untuk SMA Kelas 1 Bandung : Grafindo Media
     
Pratama, 2004
Asep Soedjoko, Geologi Umum 1, Surabaya : UniversityPress IKIP Surabaya,
     
1977
Ibrahim Gunawan, Tektonik Lempeng, Bandung :Makalah Penataran IPBA
      ITB Bandung, 1991
Karta Saputra, Tehnologi Konsewasi Tanah dan Air, Jakarta: PT Bina Aksara,
     
1985
Marbun MA, Kamus Geografi, Jakarta : Ghalia Indonesia, 1982 Sumadi Sutrijat, Geografi 1, Jakarta : Depdikbud , 1999
Totok Gunawan dkk, Fakta dan Konsep Geografi, Jakarta: Ganexa Exact,
     
2004
Wardiyatunoko, K. Geografi SMA , Jakarta : Erlangga, 2004
SELENGKAPNYA >> LIAT YANG LEBIH LENGKAP, SILAHKAN KLIK DISINI..!!

Setelah Membaca, Jangan lupa tekan "LIKE" ya sahabatku..!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Kamu sedang membaca artikel tentang Makalah Tentang Litosfer Silahkan baca artikel BozzKaf Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Makalah Tentang Litosfer Sebagai sumbernya
Bagikan artikel ini :

0 komentar:

Apa yang kamu pikirkan ?

Ungkapkanlah dengan berkomentar di bawah...!

 
Support : Munsypedia | Boxriborn | Blog Misteri Beda Dunia
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. BozzKaf - All Rights Reserved
Selamat Datang Di Dunia Munsypedia Yang Dipublikasikan Oleh BozzKaf