BAGIAN-BAGIAN UANG Rp. 100.000 - BozzKaf
Munsypedia News :

Home » » BAGIAN-BAGIAN UANG Rp. 100.000

BAGIAN-BAGIAN UANG Rp. 100.000

Diposkan Oleh Azmil Kafrawi on Rabu, 15 Mei 2013 | 13.20

Pengertian Uang dan Jenis-Jenis Uang. Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang di definisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran. Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran. Pada awalnya di Indonesia, uang —dalam hal ini uang kartal— diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan Bank Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi. Jenis-jenis uang Uang kartal Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari. Uang giral Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank Indonesia. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer. Uang kuasi Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik. Uang menurut bahan pembuatannya Uang menurut bahan pembuatannya terbagi menjadi dua, yaitu uang logam dan uang kertas. Uang logam Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam; biasanya dari emas atau perak karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai. Uang logam memiliki tiga macam nilai: Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00). Nilai tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso). Ketika pertama kali digunakan, uang emas dan uang perak dinilai berdasarkan nilai intrinsiknya, yaitu kadar dan berat logam yang terkandung di dalamnya; semakin besar kandungan emas atau perak di dalamnya, semakin tinggi nilainya. Tapi saat ini, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum atau tertulis di mata uang tersebut. Uang kertas Sementara itu, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas). Uang menurut nilainya Menurut nilainya, uang dibedakan menjadi uang penuh (full bodied money) dan uang tanda (token money) Uang Penuh (full bodied money) Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut. Jika uang itu terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya. Uang Tanda (token money) Sedangkan yang dimaksud dengan uang tanda adalah apabila nilai yang tertera diatas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut. Misalnya, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00.(wikipedia).

Anda baru saja mencopy artikel di Blog Menara Ilmu dengan judul Pengertian dan Jenis Uang .Jika anda ingin menggandakan artikel ini, sertakan URL berikut sebagai sumber : http://menarailmuku.blogspot.com/2012/11/definisi-uang.html

INTAGLIO ‘CETAK TIMBUL’
Angka nominal dan tulisan BANK INDONESIA terasa kasar apabila diraba.
2. RECTOVERSO ‘GAMBAR SALING ISI’
Gambar logo BI yang beradu tepat saling mengisi pada bagian depan dan belakang akan terlihat utuh apabila diterawang ke arah cahaya.
3. BLIND CODE ‘ KODE TUNANETRA’
Kode tertentu untuk mengenali pecahan bagi tunanetra.
4. LATENT IMAGE ‘TULISAN TERSEMBUNYI’
Tulisan BI tersembunyi hanya dapat terlihat dari sudut pandang tertentu.
5. MICRO-TEXT ‘MIKRO TEKS’
Tulisan berukuran sangat kecil yang hanya dapat dibaca dengan menggunakan kaca pembesar.
6. LAMBANG NEGARA RI
Gambar Burung Garuda dicetak timbul dan terasa kasar apabila diraba.
7. SECURITY THREAD ‘BENANG PENGAMAN’
Garis meintang dari atas ke bawah akan terlihat tulisan BI 100000 yang berulang-ulang apabila diterawang ke arah cahaya.
8. IRISAFE ‘PIGMEN BERUBAH WARNA’
Jenis pigmen tertentu berbentuk dua garis akan berubah warna dari merah tembaga menjadi hijau ke biru berubah menjadi kuning keemasan apabila dilihat dari sudut pandang tertentu.
9. WATERMARK ‘TANDA AIR’
Tanda air gambar Pahlawan Nasional W.R Supratman akan terlihat dari kedua belah bagian uang apabila diterawangkan ke arah cahaya.
10. OPTICAL VARIABLE INK ‘ TINTA BERUBAH WARNA’
Tinta OVI logo BI akan berubah dari warna kuning keemasan menjadi hijau apabila dilihat dari sudut pandang tertentu.
11. BANKNOTE PAPER ‘BAHAN UANG’
Bahan uang terbuat dari kertas khusus berwarna merah muda.
12. VISIBLE INK ‘TINTA TAMPAK’
Tinta gambar kepulauan Indonesia yang memendar di bawah sinar ultar violet.
13. ASYMMETRIC SERIAL NUMBER ‘NOMOR SERI YANG TIDAK SIMETRIS’
Runtunan huruf dan angka dengan ukuran yang makin membesar akan memendar di bawah sinar ultra violet.
SELENGKAPNYA >> LIAT YANG LEBIH LENGKAP, SILAHKAN KLIK DISINI..!!

Setelah Membaca, Jangan lupa tekan "LIKE" ya sahabatku..!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Kamu sedang membaca artikel tentang BAGIAN-BAGIAN UANG Rp. 100.000 Silahkan baca artikel BozzKaf Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link BAGIAN-BAGIAN UANG Rp. 100.000 Sebagai sumbernya
Bagikan artikel ini :

0 komentar:

Apa yang kamu pikirkan ?

Ungkapkanlah dengan berkomentar di bawah...!

 
Support : Munsypedia | Boxriborn | Blog Misteri Beda Dunia
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. BozzKaf - All Rights Reserved
Selamat Datang Di Dunia Munsypedia Yang Dipublikasikan Oleh BozzKaf